A note on book covers: while we do our best to ensure the accuracy of cover images, ISBNs may at times be reused for different editions of the same title which may hence appear as a different cover.
Sebagai lembaga pendidikan yang khas, pondok pesantren memiliki tradisi keilmuan yang berbeda dengan lembaga-lembaga pendidikan lain di negeri ini. Salah satu ciri khas yang menjadi pembeda adalah materi yang diajarkan di pesantren, berupa kitab kuning; kitab-kitab klasik keislaman yang ditulis oleh ulama Islam dari luar dan dalam negeri, menggunakan bahasa Arab atau Arab Pegon. Selama ini, hanya dunia pesantren yang dapat membaca dan menggali kitab kuning, walaupun pesantren saat ini sedikit menutup diri dari keilmuan selain Fikih, Tauhid, Tasawuf, dan ilmu instrumen lainnya. Adapun ilmu kedokteran dan fisika hampir pasti tidak mereka kaji, meskipun di dalam kitab kuning tersedia dengan lengkap dan menantang untuk diobservasi. Untuk mempelajari dan berinteraksi dengan kitab kuning, pesantren memiliki cara unik. Keunikan nampak saat menerapkan ilmu tata bahasa Arab (Nahwu–Sharaf) sebagai ilmu untuk mendalami bahasa Arab. Dalam hal ini, pesantren mampu berimprovisasi dengan pola kajian yang unik nan dinamik, yang secara alami mampu menciptakan metode tersendiri, seperti pendekatan maknawi, sorogan, dan bandongan. Secara keseluruhan, lima bahasa pokok dalam buku ini diharapkan dapat menjelaskan sisi historisitas dan substansi kitab kuning, baik dari sudut keilmuan, kepenulisan, dan karakter khusus dalam kaitannya dengan dinamika kajian kitab kuning di pesantren yang menjadi ciri khas kajian ulama Islam Nusantara. Sebagai pengenalan, pada Sajian Pembuka diurai identitas santri dan kitab kuning, serta mengenalkan istilah “pesantren”. Dilanjutkan pada Bagian Pertama, kitab kuning diteropong dari sudut historis keilmuan dalam Islam dan kemunculan kitab kuning sebagai bukti sejarah kebudayaan Islam. Selanjutnya, pada Bagian Dua, mulai menelilsik isi kitab kuning dengan mengungkap ragam keilmuan dalam kajian kitab kuning yang banyak dikaji di pesantren. Masuk pada Bagian Tiga, diungkap kandungan kitab kuning, berupa karakter dan ciri khas kitab kuning. Bagian Empat dari buku ini mengurai interaksi pesantren dengan kitab kuning; berupa pendekatan-pendekatan yang selama ini dilakukan oleh kalangan pesantren, baik yang bersifat teknis, seperti metode sorogan, syawir dan maknawi, ataupun bersifat nonteknis, seperti etika dalam belajar mereka. Sebagai penutup, Sajian Penutup menyajikan wacana untuk menerapkan pembelajaran ala kitab kuning di pesantren pada masa modern ini, mengingat sistem pendidikan kita yang mengedepankan karakter dan moral. Di sini, kita tidak hanya bisa berkenalan dengan dunia kitab kuning secara umum, namun lebih dari itu, kita akan dibawa masuk berkelana ke dalam khazanah dunia kitab kuning secara lebih detail, menelisik masuk ke dalam sub-sub ilmu-ilmu keislaman yang jarang di jangkau oleh buku-buku kebanyakan.
A note on book covers: while we do our best to ensure the accuracy of cover images, ISBNs may at times be reused for different editions of the same title which may hence appear as a different cover.
Explores traditional Islamic pesantren's unique kitab kuning studies.
Who is this book for?
If you're curious about the rich, nuanced world of pesantren and their approach to classic Islamic texts, this book is a treasure. It offers a deep dive into how kitab kuning is studied and understood within the pesantren, revealing the cultural and historical layers behind these scholarly traditions. Whether you're interested in Islamic history or educational methods, this book sheds light on a fascinating corner of Islamic learning that many outsiders rarely see.
In this together
Stay in touch — we’d send you reading lists and letters from our booksellers — and invitations to events we’re hoping to organise!
Choosing a selection results in a full page refresh.